| |
|
|
|
Dalam proses menuju kepemimpinan sejati diperlukan dua hal yang harus dipahami secara mendalam. Dia adalah proses abstrak dan kongkrit, yaitu proses yang tersirat dan tersurat, yang halus dan kasar, dia adalah proses rasa dan fikir. Rasa berhubungan dengan batin seorang pemimpin dalam menjalankan perannya dan fikir mencangkup materi yang dimiliki untuk melengkapi ilmu pengetahuannya. Kepemimpinan seseorang tidak bisa hanya dijangkau dengan fikir namun perlu keseimbangan dengan rasa dan di lengkapi dengan tindakan nyata yang seirama dengan fikir dan rasanya. Selain berfikir pemimpin dibantu dengan imajinasi dan inovasi yang peka dan dapat merasakan getaran perjuangannya hingga mencapai tujuan. Kesadaran diri seorang pemimpin dalam menjalankan setiap langkahnya harus dibarengi dengan membangun relasi, hubungan baik dan jejaring dalam memperkuat aksinya. Seorang pemimpin akan berfikir mengerjakan strategi kepemimpinannya secara bersama-sama dengan masyarakat dan menghindari ekslusifme. Justru persaudaraan dalam menuju masyarakat madanilah yang menjadi impiannya
|
|
|
|